Mengenal Proses Pengolahan Gabah Menjadi Beras Medium

Berikut adalah draf konten artikel website dengan judul yang Anda minta, berfokus pada tahapan proses pengolahan berdasarkan dokumen yang diberikan:

Mengenal Proses Pengolahan Gabah Menjadi Beras Medium

Proses pengolahan gabah menjadi beras putih yang siap dikonsumsi melibatkan beberapa tahapan penting di dalam pabrik penggilingan. Kualitas beras, tingkat keutuhan, dan efisiensi produksi sangat bergantung pada teknologi mesin yang digunakan.

Mari kita kenali tahapan-tahapan proses pengolahan gabah menjadi beras, serta perbandingan antara penggunaan sistem lama dan sistem baru (modern):

1. Tahap Pengupasan Kulit (Pecah Kulit / PK)

Tahap pertama adalah memisahkan kulit sekam dari bulir gabah (pecah kulit). Pada tahap ini, kemampuan mesin sangat menentukan seberapa banyak beras yang berhasil dikupas.

  • Sistem Lama: Umumnya menggunakan mesin PK manual dengan roll berukuran 6 inci. Hasil kupasannya kurang maksimal, di mana hanya menghasilkan 20-40% beras, sedangkan 60-80% sisanya masih berupa gabah.
  • Sistem Baru: Menggunakan mesin PK otomatis berteknologi pneumatik (angin) dengan roll berukuran 10 inci. Hasilnya jauh lebih optimal, mampu mengupas gabah menjadi 80-90% beras dan hanya menyisakan 10-20% gabah.

2. Tahap Pemisahan dan Penyortiran

Setelah proses pecah kulit, beras yang dihasilkan masih bercampur dengan gabah yang belum terkupas. Tahap ini bertujuan untuk memisahkan beras dari gabah tersebut.

  • Sistem Lama: Menggunakan ayakan biasa. Karena gabah sisa dari tahap sebelumnya masih sangat banyak, kerja mesin ayakan menjadi sangat berat.
  • Sistem Baru: Menggunakan mesin Separator yang memisahkan gabah secara otomatis. Karena jumlah gabah yang masuk sudah sedikit, kerja separator menjadi sangat ringan. Proses ini mampu menyortir hingga menghasilkan 90-95% beras, dan hanya menyisakan 5-10% gabah.

3. Tahap Pemolesan (Penggilingan Akhir)

Ini adalah tahap terakhir untuk memutihkan dan membersihkan beras sebelum dikemas. Pada tahap inilah risiko beras patah (broken) paling sering terjadi.

  • Sistem Lama: Biasanya menggunakan sistem Ichi 1 & Ichi 2. Sistem ini mengharuskan beras diproses berulang kali atau 2x proses. Akibatnya, banyak beras yang menjadi patah (broken).
  • Sistem Baru: Menggunakan mesin Poles Batu (milling batu). Beras yang masuk pada tahap ini diproses tanpa campuran gabah (0% gabah) sehingga kerja poles sangat ringan. Karena menggunakan poles batu dan beras hanya diproses 1 kali secara cepat, jumlah beras yang patah menjadi sangat sedikit dan hasilnya lebih utuh.

Kesimpulan

Melakukan modernisasi atau beralih ke sistem baru pada proses pengolahan gabah memberikan keuntungan yang sangat nyata. Jika sistem lama hanya memiliki kapasitas 1 Ton/Jam dengan kerja mesin yang berat, sistem baru mampu menghasilkan kapasitas tinggi yakni 3-5 Ton/Jam dengan kerja mesin yang ringan dan otomatis.

Dengan sistem pengolahan yang modern, rendemen dapat naik sebesar 2,5% hingga 5%, proses giling menjadi jauh lebih cepat, hemat biaya operasional, dan kualitas beras yang dihasilkan lebih terjamin.

Scroll to Top

Mesin Pecah Kulit WFLGQ25

Mesin untuk proses pemecahan kulit gabah dengan performa stabil dan kapasitas yang mendukung kebutuhan produksi.

Kapasitas

3-5 ton/jam